Showing posts with label jepang. Show all posts
Showing posts with label jepang. Show all posts

Tuesday, 15 October 2013

Drama Jepang : My Girl



Kalian suka drama? Drama Korea atau Drama Jepang? Saya pribadi sih lebih suka drama Jepang daripada drama Korea. Ini postingan pertama saya tentang drama. Setelah sebelumnya saya posting tentang anime, sekarang saya posting tentang drama jepang yang sedang saya tonton.

Oke, sebelum beranjak ke cerita, kita kenalan dulu sama si My Girl ini. Credit to wiki d-addic

Drama jadul? Emang, Yah udah 3 tahun yang lalu kan? Tapi nggak apa-apa lah, lagian kan seru ceritanya dan yang pasti saya belum nonton. Pemainnya siapa aja? liat aja di credit di atas. Lengkap kok.
Jadi begini ceritanya teman-teman.
Kazama Masamune, seorang pekerja paruh waktu sebagai asisten fotografer di sebuah perusahaan. Hidupnya selama 6 tahun terakhir tidak menunjukkan perkembangan dan hidup yang begitu-begitu aja. Terjebak dalam rutinitas sehari-hari dan melakukan segalanya tanpa semangat, kayak mayat hidup kali ya? *serem*. Sudah 6 tahun sejak kepergian perempuan yang dia cintai, Tsukamoto Yoko yang dipanggil Yoko-san. Saat Masamune masih SMA, dia berpacaran dengan Yoko-san yang usianya 4 tahun lebih tua darinya. Yoko-san sangat menyukai kepik dan fotografi. Mereka berdua selalu asyik dengan dua topik itu.

Suatu hari, Yoko-san harus pergi meninggalkan Masamune. Yoko-san mengatakan kalau dia akan melanjutkan sekolah di Amerika dan meminta Masamune untuk tidak menunggunya kembali. Tapi Masamune mengatakan ia akan menunggu Yoko-san dan akan mengirimi surat untuk Yoko-san setiap hari. Singkat cerita pergilah Yoko-san dari kehidupan Masamune.

Daaannnn !!!!!!!

YOKO_SAN BERBOHONG !!!!!!!!

Dia tidak pernah pergi ke Amerika, dia tetap di Jepang. Sesungguhnya Yoko-san mengandung anaknya Masamune. *WHAT?!*. Yah,ngerti lah gaya berpacarannya gimana. *Mungkin ada free sex nya cuma ya nggak disinggung dan diceritakan dalam drama ini. Cukup kitanya ngerti aja.* Yoko-san hamil dan melahirkan anak dari Masamune. Perempuan dan dinamai Koharu.

5 tahun berlalu, Koharu sudah besar. Terjadi sebuah kecelakaan mengerikan yang menyebabkan Yoko-san meninggal. Koharu pun tinggal dengan neneknya yang merupakan ibu Yoko-san. Koharu sangat kesepian.

Akhirnya, neneknya Koharu menghubungi Masamune agar Masamune mengetahui semua kenyataan yang sebenarnya. Singkat cerita, Masamune pun tahu kenyataan yang terjadi. Sulit bagi Masamune mengetahui kenyataan ternyata dia punya anak. Intinya, setelah dia menerima kenyataan dia punya anak, dia pun tinggal bersama Koharu dan berjuang dengan sungguh-sungguh agar menjadi ayah yang baik bagi Koharu.

Penasaran kan sama ceritanya? Drama ini keren, pake banget. Why? Masalah-masalah yang muncul memang sesuai dengan realita sekarang. Hubungan antara orang tua dan anak, terutama yang singleparent. Terus hubungan orang tua anak dengan orang tua anak lain di sekolah, dengan guru, dengan orang kerja dan rekan kerja, daann lain lain dan lain lain dan lain lain *banyak amat neng*

mau download? Monggo kunjungi dailymotion.com, lalu masukkan kata kunci my girl tv asahi. kalian akan temukan drama my girl dari episode 1 sampe episode 10. Good luck!

Monday, 14 October 2013

Noro



Aku tak ingat namanya. Yang aku tahu dulu dia memang selalu ada di sekitarku. Aku tak keberatan untuk merawatnya dan semakin lama aku semakin menyayanginya. Suatu hari ia menghilang. Biasanya saat aku membuat boneka, ia tertidur pulas di sampingku. Bola bergambar sakura itu kini hanya diam membisu. Sang pemilik yang biasa memainkan bola itu lenyap entah kemana. Aku mulai merasakan keanehan. Entah mengapa dan entah sejak kapan aku menutup dahiku dengan kain. Yah, maksudku dengan ikat kepala. Sepertinya memang ada sesuatu yang aku lupakan. Atau memang sengaja agar aku lupa. Aku benar-benar tak ingat. Rasa penasaranku semakin besar. Kutinggalkan boneka yang sedang kubuat lalu melangkah menuju jendela. Saat jendela itu kubuka, segarnya angin sore itu memberiku ketenangan. 

Adikku telah usai menyiapkan makan malam dan aku diminta untuk segera makan. Tanpa pikir panjang aku ikuti kemauan adikku. Aku makan. Namun seperti tak ada rasanya. Rasa penasaranku saat ini adalah yang terbesar hingga mampu mengalahkan lezatnya masakan adikku sendiri. 

Malam pun datang dan dahiku bereaksi. Sebuah reaksi yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Kepalaku seperti tertusuk oleh sebilah pisau yang menancap. Aku tak mengerti apa yang terjadi. Mungkin karena pikiran kacauku, pikirku. Namun ternyata bukan. Ikat kepalaku terlepas dan sebuah sinar memancar dari dahiku. Sakit itu perlahan hilang. Namun sinar itu meledakkan dan menghancurkan banyak barang termasuk boneka kayu yang sedang aku pahat. Tiba-tiba kepalaku terasa sakit lagi, sangat sakit. Mataku semakin terpejam menahan nyeri. Dan bayangan terlihat jelas. Bayangan dari sesuatu yang aku lupakan. 

Aku ingat, malam itu seharusnya aku mati. Aku dan ayahku sudah dibunuh oleh orang yang berusaha mengambil keuntungan dari boneka kayu ini. Tubuhku bersimbah darah, begitu juga ayah yang tubuhnya terkulai telah tak bernyawa. Yang kuingat itu adalah adikku. Aku harap aku tak mati saat itu agar aku bisa melindungi adikku. Namun nyatanya aku mati. Lalu seekor kucing kecil berwarna orange (red tabby) menghampiri jasadku yang telah mati. 

Tiba-tiba ia berubah menjadi seorang anak laki-laki. Di tangannya ada segenggam bunga sakura kemudian ia taburkan di atas tubuhku. Seketika tubuhku bangkit dan aku hidup kembali. Anak kecil itu tersenyum lalu menyentuh keningku. Sejak itu aku lupa tentang kematianku dan ayahku. Dan sejak itu pula kucing, yah, anak, roh kucing mungkin, tak pernah muncul kembali. Bayangan semua kejadian itu menghilang dan aku sadar akan satu hal. Di dahiku, telah tertanam mata iblis kucing legenda yang mampu menghancurkan apapun. Dan pada akhirnya aku ingat bahwa kucing itu adalah kucing yang dahulu biasa menemaniku setiap hari. 

Aku ingat. Aku memberi dia nama Noro. Dan kekuatan inilah yang ia berikan padaku dengan mengorbankan hidupnya sebagai roh kucing. Itulah sebabnya aku tak pernah lagi melihat Noro.




Fanfic Hakkenden