Saturday, 23 November 2019
Melepas Penjara Waktu
Di blog ini ketika saya buka lagi hari ini, yang entah sudah berapa lama saya tinggalkan, saya menyadari jejak yang saya tinggalkan untuk mengenal diri saya sendiri ternyata sangat banyak. Kepindahan saya ke Bandung sejujurnya membuat saya merasa lemah dan merasa kehilangan diri saya sendiri sampai saya tidak bisa mengenali diri saya sendiri. Siapa Rachmi?
Lalu saya mencoba menuliskan nama saya dalam mesin pencarian google. Rupanya selama ini cukup banyak orang mengutip tulisan saya, menyertakan sumber tulisannya pula. Pantas saja ketika kembali membuka blog ini statistiknya sangat tinggi bagi saya. Saya membaca jejak-jejak yang saya temukan dari mesin pencarian. Bagaimana orang menulis tentang saya dalam sudut pandang positif, bagaimana dahulu saya sangat mencintai dunia menulis sehingga segalanya bisa saya tuliskan dengan mudah. Sampai akhirnya di satu titik saya merasa mulai menemukan diri saya sendiri. Ya, Rachmi adalah manusia yang suka menulis, terlepas dari apakah isinya bagus atau tidak, bermanfaat atau tidak, dia tidak berpikir banyak hal. Pokoknya nulis. Tulis saja. Apapun itu.
Ada satu jejak yang sebenarnya mengingatkan pada luka. Tetapi hari ini, entah bagaimana saya tidak terpengaruh oleh luka tersebut, tetapi menganggap luka tersebut adalah salah satu bagian diri saya yang saya sembuhkan. Bahkan di blog ini saya menuliskan namanya dengan sangat jelas. Rasanya entahlah seperti "Oh, ternyata saya dahulu seperti ini ya." Tidak ada amarah apalagi dendam tetapi merasa tidak menyangka ternyata saya bisa melewati masa-masa sulit dalam hidup saya waktu itu.
Hampir 3 tahun saya terpenjara dalam sebuah luka. Tetapi saya sendiri baru menyadari bahwa luka itu kini telah sembuh, hanya meninggalkan bekas sebagai pengingat saja, tanpa rasa sakit dan tanpa amarah. Mengapa? Karena tanpa sadar, saya lebih banyak fokus pada diri saya sendiri, fokus membangun diri saya sendiri. Bagaimana bisa? Karena dorongan dari orang-orang di sekitar saya.
Achiw, sahabat yang sudah benar-benar saya anggap kakak sendiri mengatakan, saya sudah berada di level yang tepat, menyadari bahwa luka lama itu sudah sembuh dan bisa mengambil sikap dengan baik.
A Rangga, sahabat yang selalu menjadi penasihat yang bijak mengatakan, saya bisa menjadi seperti ini 60% nya adalah efek dari perhatian dan kasih sayang Teguh. Sikap yang Teguh ambil mendorong saya untuk memaafkan diri saya sendiri, memaafkan segala masa lalu yang telah terjadi, memaafkan orang-orang yang ada disana, dan memaafkan segala keadaan yang telah berlalu.
Pada titik ini saya merasa berhasil melepaskan salah satu beban hidup saya : Penjara waktu.
Saat saya merasa luka yang ada ini membuat saya menjadi penuh amarah dan rasa kesal, di situlah sebenarnya saya terpenjara oleh waktu. Terpenjara oleh suatu beban yang membuat saya dikuasai amarah masa lalu padahal langkah saya dan segala kehidupan saya sedang menuju masa depan. Bukankah itu artinya saya terpenjara pada masa lalu? Begitu kan?
Akhirnya juga saya menyadari, setiap luka ada obatnya, akan ada akhirnya dimana luka itu tidak mempengaruhi diri kita lagi. Jika obatnya begitu lama untuk bereaksi setelah kita mencari pertolongan, mungkin obat yang kita perlukan adalah kebebasan dari dalam diri kita sendiri. Sebuah kebebasan dengan melepas penjara waktu yang selama ini membelenggu.
Wednesday, 25 February 2015
Bisa Nggak Sih Cewek sama Cowok Sahabatan Tanpa Terjebak Virus Merah Jambu?
Balik lagi nulis karena lagi mood nulis. Dan sekarang saya lagi mood nulis tentang relationship. Topik jatuh cinta sama sahabat sendiri memang nggak pernah padam, selalu jadi hal yang menarik buat dibahas. Pengalaman setiap orang dalam hal yang satu ini memang beda-beda. Ada yang awalnya sahabatan terus sama-sama jatuh cinta lalu memutuskan untuk jadian, ada yang memang pernah jadian lalu setelah itu bersahabat dengan baik satu sama lain. Atau ada juga yang memang sekedar bersahabat dan tetap memiliki relationship masing-masing. Lalu, saya sebagai penulis artikel ini termasuk yang mana?
Sebelum menggolongkan diri saya termasuk ke yang mana, saya akan jawab pertanyaan yang tertera di judul.
Bisa Nggak Sih Cewek sama Cowok Sahabatan Tanpa Terjebak Virus Merah Jambu?
Berdasarkan yang saya alami saat ini dan seterusnya, jawaban saya adalah BISA.
Yep guys, saya termasuk golongan yang sekedar bersahabat. Baik saya maupun sahabat laki-laki saya masing-masing punya relationship dengan cemewewnya.
Punya sahabat laki-laki dengan kondisi saya sebagai perempuan, ya sudah pastilah didera gosip berkepanjangan karena sering terlihat bareng-bareng dan kompakan. Di tulisan saya sebelumnya dengan tema relationship, saya sempat menyebutkan nama sahabat saya tersebut. Afin Muhammad Nurtsani. Kita temen SMA dan makin deket sejak kelas XII, pas banget kita satu kelas dan sama-sama suka budaya Jepang terutama anime dan dunia Idol.
Waktu SMA kelas XII, tepatnya di tahun ajaran 2011-2012 kita sekelas. Sama-sama gila anime, sama-sama doyan Jpop, dan sama-sama doyan ngidol. Paket komplit? Yep. Nggak jarang ketika waktunya istirahat yang lain pada jajan, ngegosip, dan sebagainya, kita duduk berdua sebangku demi nonton bareng di kelas. Namanya anak SMA dan keliatan banget sama temen-temen sekelas, ya fix lah lama-lama kita digosipin jadian dan pacaran lah. Padahal nggak sama sekali.
Dan saking kebalnya kita berdua sama gosip itu, bukannya makin saling ngejauh, malah makin deket aja yang ada. Pas nggak ada guru, kadang Afin yang pindah ke bangku saya atau sebaliknya cuma demi nonton bareng anime, ngegosipin idol yang kita suka, atau bahkan gila-gilaan joged gaje di kelas dengerin lagu yang kita suka. Ketika yang lain nge-ciye ciye, kita cuek-cuek aja dan tetep autis sama kegiatan kita. Terlalu emang kebalnya xD
Lalu, apakah itu jadi kesempatan masing-masing buat ngemodus?
Nggak sama sekali. Saya dan dia punya kecengan masing-masing, nggak jarang saling curhat tentang kecengan itu bahkan saling dukung biar bisa dapetin kecengan tersebut. Dia orang yang konsisten sampai sekarang mendukung hubungan saya sama Mas Jun. Dia yang paling pertama negur duluan biar damai aja kalo saya bertengkar sama Mas Jun, dan dia yang selalu semangatin kalo keadaan lagi putus nyambung sama Mas Jun. Untungnya sekarang nggak ada putus nyambung lagi. Jangan sampai lagi deh, capeeeekkk T^T
Sampai sekarang udah kuliah semester VI, kita tetep bersahabat baik. Walaupun sekarang Afin kuliah di Semarang dan saya kuliah di Tasikmalaya, kalo sama-sama libur kuliah, sudah pasti lah kita main bareng. Biasanya saya yang main ke rumah dia terus gila-gilaan berdua sama dia kayak waktu SMA. Afin dan Jun sama-sama saling kenal baik, nggak jarang kompakan pendapat kalo menanggapi suatu hal. Bahkan, kalau Afin lagi di Tasik, saya lagi libur, dan Jun tau situasi itu, Jun yang paling duluan nawarin "Mau aku anter ke rumah Afin nggak? Mumpung dia di Tasik, main gih"
Nah, kalo udah gitu, boro-boro bisa 'main api' lah. Orang kita bertiga kenal baik masing-masing. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan juga biar hubungan sama sahabat dan pacar lancar-lancar aja tanpa prasangka aneh-aneh antara lain :
1. Komunikasi yang lancar baik ke pacar maupun sahabat
Kalo mau ketemu sama Afin, saya pasti bilang dulu ke Jun dan kalau Jun ngijinin, baru saya pergi. Jadi, kalau ada yang menemukan saya lagi berdua sama Afin di suatu tempat, entah lagi main atau jalan-jalan, itu sudah pasti saya minta ijin dulu sama Jun. Dan sering Afin bilang "Lu udah bilang ama laki lu belum lagi bareng sama gua?". Dari situ lah, komunikasi terbentuk. Ribet? ya, awalnya. Tapi kalo udah biasa, akhirnya semua saling jaga diri dan bisa saling hormati. Jadi kalo ada yang ngadu saya 'main api' sama Afin dan lapor ke Jun, keliatan dan ketahuan banget itu orang niat ngaduin. Orang komunikasi di antara kita bertiga lancar jaya gini.
2. Tetap bedakan sikap ke pacar sama sahabat
Sedeket-deketnya sama sahabat, seakrab-akrabnya sama sahabat, seperhatian-perhatiannya sama sahabat, tetep buat pacar porsinya lebih besar. Disitulah saya berusaha menghargai keduanya sesuai porsinya, sesuai kedudukannya. Perhatian saya ke Afin sudah pasti beda sama ke Jun. Makanya, mereka berdua adalah two man with different affection. Saya sayang sama Jun itu sayangnya cewek ke cowok yang jadi pacarnya, sayang yang bener-bener gimana gitu. Sedangkan ke Afin, saya sayang sama dia sebagai sahabat terbaik yang selalu mendukung saya.
3. Hargai pacar, jangan sampai pacar cemburu sama sahabat nanti bisa repot
Yep, dengan memberi batasan sikap yang jelas ke sahabat, sahabat kita akan ngerti kita berlaku gitu karena kita sudah punya pacar dan berusaha menunjukkan sikap penghargaan itu kepada siapapun. Dan pacar akan ngerti bahwa pembatasan sikap itu buat sahabat, beda dengan sikap ke pacar. Caelah. Awalnya sulit, dulu jaman SMA lah. Tapi sekarang setelah kuliah, hal ini bukan hal yang sulit. Apalagi kalau sudah punya relationship lebih dari setahun, wajarnya ya semua pihak paham kedudukan masing-masing dalam pola hubungan tersebut.
4. Persahabatan dengan salah satunya ngemodus itu kalaupun jadian nggak bakal awet
Iyalah, begitu putus langsung modus ke yang lain. Ngajak balikan sambil full modus juga sana-sini. Repot kan? Untungnya, hal ini nggak saya temukan sama sekali dalam diri Afin, terutama untuk hal modusnya. Ya ampun, jangankan modus ke saya, untuk modus ke orang yang udah jelas dia keceng aja dia nggak berani. Dia lebih suka cara-cara romantis yang nggak lebay, to the point but still sweet. Dan jelas, cara itu nggak bakal mempan kepada diri saya yang urakan bukan main. LOL
Banyak hal yang masih bisa dibahas dan diungkap berkaitan dengan tema ini. Yang ditulis di artikel ini murni berdasarkan pengalaman penulis. Terima kasih buat teman-teman yang sudah membaca :D
Ada gambar yang ingin saya tampilkan, tapi menyusul deh, kepepet waktu mau kuliah. Hehehe xD
Monday, 30 June 2014
Book Review : Aturlah Uangmu Sebelum Dia Mengaturmu
![]() |
| Ini tampilan covernya. Saya suka. Simple dan menarik. |
![]() |
| Seperti inilah tampilan isi bukunya. Kata-kata "Jangan Tergiur Diskon" ini beneran jleb banget buat saya. |
Sunday, 29 June 2014
New Target Buat My Lovely Blog :D
Monday, 19 May 2014
Ima Ai wo Katarou...(Sekarang, Mari Kita Berbicara Tentang Cinta)
Postingan saya kali ini agak berbeda dari sebelumnya
Di postingan ini saya akan ceritakan sesuatu yang sangat pribadiii >,<
My love life
Malu juga sih sebenernya
Tapi lumayan termotivasi setelah baca postingan Teh Dita yang ini
Ada sedikit keberanianlah buat menceritakan sesuatu yang nggak banyak orang tau
Mudah-mudahan punya saya juga termasuk. Hehehe XD
Tulisan di blog ini adalah repost dari catatan saya di facebook
Bisa cekidot kesini buat liat postingan aslinya
Nggak ada yang saya ubah kok selain opening ini
Saya ingat, waktu saya menulis catatan itu lagi bener-bener full in love
Yah, namanya juga baru jadian
Feelingnya pasti ada sedikit beda lah dibandingkan sekarang yang udah hampir dua tahun dan sama-sama punya kesibukan
Melewati banyak hal dan salah satu yang paling nyebelin adalah bertengkar
Yep, anybody get so tired after a fight, so do us
*Please, kalimat di atas jangan dikasih makna ambigu, buat yang ngerti*
Tapi ada hikmahnya juga
Sahabat terbaik yang pernah saya keceng *dan kadang saya suka masuk angin kalo inget itu /WOY *
Dia bilang gini
Gue, kalo ke orang yang udah jadian lama yang selain elo, pasti nanya "Udah berapa kali lo pada bertengkar?"
Kalo yang nggak ngerti, pasti nyangka gue ini mendoakan mereka segera putus
Iya kalo negative thinking gitu
Tapi kalo gua bilang ke lu, gua yakin lu ngerti apa yang gua maksud
Dan ya, aku ngerti itu. Banget.
Jadi gini. Lu sama cowok lu sama-sama dalam keadaan nggak bisa menyampaikan apa yang sebenernya pengen kalian sampaikan. Terus kependem dan kecampur amarah jadilah bertengkar.Jadi sebenernya bertengkar juga salah satu cara komunikasi meski termasuk cara yang nggak baik.
Paling nggak baik malah.
Lu tau sendiri kan kalo cara terbaik komunikasi ya ngomong baik-baik dan dengerin baik-baik.
Wejangan Mas Afin berhasil memutarbalikkan apa yang saya pikirkan tentang ingin-putus-gamau-putus-pengen-putus-tapi-masih-ragu-dan-takut-sakit-hati-akhirnya-bingung-sendiri
Dari situlah makin kuat keinginan saya untuk bertahan menjalankan hubungan ini
Hidup dan dunia lu tuh kayak shoujou manga (Contoh : Tokyo Mew Mew). Cewek polos yang berharap suatu hari dapet pangeran tampan atau cowok romantis.
Oke, tampan itu relatif karena lu pernah berfikir gua tampan *GA GITU JUGA MAS*
Tapi gua tau, dia bener-bener bikin lu jatuh cinta kayak gini, itu berarti lu berdua gak main-main sama hubungan yang kalian jalanin.
Dan gua yakin kalo misalnya lu berdua kepisah, putus kek, apa kek, pokoknya kepisah dari hubungan ini, lu bakal mati rasa.
Bukannya gua nyumpahin, tapi gua tau lu tipe orang yang sering gagal move on dan susah move on.
Ngerti?
Oke, postingan ini bukanlah postingan tentang wejangan Mas Afin, tapi My Love Life
Wejangan dari Mas Afin ini hanyalah gambaran bahwa sahabat saya yang satu ini adalah pemirsa, pengamat, dan pendengar paling baik kalo saya udah mentok ke siapa harus cerita selain melalui tulisan soalnya sekarang ini saya jadi tipe orang-yang-nggak-berani-cerita-ke-siapa-siapa-tentang-masalah-dalam-love-life. Dari wejangan di atas pula bisa jadi gambaran bagaimana hubungan saya dan Mas Jun berjalan dalam hampir dua tahun terakhir.
Ini dia catatan Love Life yang menjadi topik utama dalam postingan ini!
Check it out!
***
Aku bingung mau kasih judul apa buat tulisan ini
Tapi nggak tahu kenapa juga aku pengen banget nulis ini
Karena aku lagi denger lagunya arashi yang ima ai wo katarou, yaudah, itu aja judulnya. lagian sesuai.
***
Berawal dari cosplay dan rasa kesepian karena yang benar-benar konsisten suka musik jepang Cuma aku sama Afin. Udah kena gosip gembar-gembor sana-sini. Yah emang waktu itu ada perasaan juga sama dia sih. Terlepas dari apa gara-gara suka musik jepang atau enggak, nggak tahu kenapalah jadi suka sama tuh anak. Padahal awalnya Cuma kagum doang gara-gara matematikanya mantep mampus meskipun biologinya jeblok mampus. *sadis*
Pas lagi rapat proyeksi, aku kekeh dengan halus pengen ngangkat yang ada budaya jepangnya. Nggak pol ngebahas musik juga nggak apa-apa yang penting budaya jepang. Muak aku liat korea sana-sini. Akhirnya dikabulkan dan di minggu itu diangkat tema anime.
Belia. Orang yang aku hubungi pertama kali buat diajak jadi model. Dia langsung setuju dan mau ngajak temennya juga yang suka cosplay.
Dari situ kita ketemu.
Pemotretan hari jumat itu, meskipun dengan capek dan lari-lari dari sejak di kelas gara-gara kelas pengayaan telat bubar dan angkot pada ngetem, aku nggak mau ketinggalan buat andil dalam tema yang aku usulkan. Aku liat Belia begitu nyampe di kantor, di deket wc tepatnya lagi dandan. Lagi bareng sama tiga cowok.
Salah satunya kamu.
Yang lagi bedakin tangan biar pucet dan pas liat mukamu emang beneran pucet.
Aku Cuma diem dan mikir. Total banget ya orang-orang ni?
Dengan capek dan gujil keringetan abis dari sekolah, yah, dengan begitu aku ketemu kalian, ketemu kamu.
Singkat cerita pemotretan berlangsung, lancar dan sesuai harapan. Hingga setelah selesai pemotretan aku kebagian tugas wawancara kalian semua. Inget banget ketika ditanya modal berapa buat cosplay, jawaban kamu paling irit secara ekonomi dengan bilang Cuma modal ngubek isi lemari dan dapet kaos polos plus celana jeans soalnya wignya ada yang kasih.
Nggak modal banget sih? Dandan paling tebel tapi Cuma modal gitu doang? Oh yeah?!
Pas pulang dan nganter kalian ke parkiran, aku mintain nomor kontak kalian satu-satu termasuk nama jepang kalian. Dan kamu yang paling semangat jelasin makna nama jepangmu itu. Nekozawa Junichi.
Keren juga nih anak pemikirannya. Yah, setidaknya nggak ngasal bikin namalah~
Satu hal positif menurut aku.
***
Ke toko malem-malem gara-gara disuruh ngekonsep matsuri sama kantor bari teu jadi.
Gujil lagi, pake seragam hari jumat yang warna putih-putih *seragam favoritku karena ukurannya paling pas di badan diantara semua seragam SMA yang aku pake*. Akhirnya aku liat wujud kamu tanpa cosu.
Ih, orang aneh? Masih musim pake kupluk? Ah, sudahlah, emang gitu kali.
Intinya ngobrol panjang lebarlah disitu. Pas mau pulang, sebenernya duitku ilang, mana udah jam 9 malem pula. Sudahlah, aku pulang jalan kaki saja. Lagian nggak terlalu jauh dari rumah. Padahal sempet minta anter pulang ke kamu tapi kamunya ogah. Yaudah.
Eeh, lagi enak-enaknya jalan kaki sambil denger lagu pake headset ada motor berhenti depanku, taunya kamu.
Udah malem dan mulai gerimis. Akhirnya kamu nawarin tumpangan. Yaudah, lagian gerimis.
SCANDAL – Burn
Lagu yang waktu itu aku putar sepanjang perjalanan pulang, Cuma satu lagu itu doang.
***
Beuh, sekolahku penuh sama siswa SMA yang ikut Try Out ITB. Lumayan sih biar tau soal-soalnya kayak gimana dan kali aja ketemu sama temen lama kan jadi ngumpul lagi.
Pusing
Beuh, itu soal minta dibakar kali yah bukannya dikerjain. Akhirnya pake jurus ala babeh agus. Tutup soal dan isi ljk sesuka hati. Alhasil, dalam waktu satu jam aku udah beres ngerjain soal-soal yang minta dibakar itu. Lebih tepatnya ngisi ljk tanpa liat soal.
Beres.
Keluar kelas dan keliling-keliling stan fakultas. Ada yang nepuk dari belakang *nepuk bukan sih? Pokoknya nyahutin*
Kamu
Yang aku lupa namanya, yang aku lupa itu teh siapa, yang aku lupa nih orang kok berani-beraninya. Terus kamu nunjuk-nunjukkin telunjuk kamu ke hidung sambil bilang Jun.
Jun? Yang mana yah?
Cosplay. Yah, kata kunci itu. Aku inget. Oh, Juniar!
Baka !!!
Dianya inget, akunya enggak. Tapi yaudahlah. Akhirnya ke stan SAPPK bareng. Kamu nanya-nanya arsitektur, aku nanya-nanya kabar teh rita yang bagian jaga stan itu. Mulai deh usilnya sama-sama keluar.
Ikan julung-julung
Julukan yang kamu kasih ke aku waktu itu dan aku manggil kamu konstruksi bangunan. Dan disitu penyakit AMQ aku keluar.
Narik-narik jaket orang lain.
Dan itu adalah jaket punyamu, yang restletingnya double. Udah kebiasaan di sekolah doyan banget narik-narik jaket orang. Entah kelainan atau apalah, nggak ke cewek nggak ke cowok. Tapi Cuma pas lagi di AMQ aja. Beberapa saat kemudian tanpa sadar kepisah dua-duanya.
***
Risris sakit, abis operasi. Nggak tahu gimana jadi mau jenguk risris bareng. Emang aku kangen sama risris juga sih. Janjian di fb kamu nyamper abis magrib dan mau nunggu di depan gang. Tau-taunya malah ada di rumah pas aku keluar kamar.
Nih orang berani bener? Baru juga kesini udah ...... *speechless*
Yasudahlah, yang pasti jadi malem itu jenguk risris. Selama jenguk risris, keliatan deh aslinya nih orang kayak gimana. Unik. Itu yang ada di pikiran aku waktu itu.
Jenguk risris yang kedua kalinya pas ada ichot dan ada kamu juga di situ. Nggak tahu kenapa ada perasaan aneh disitu. Aneh banget tapi nggak tahu apa. Ada perasaan nggak rela tapi nggak tahu gara-gara apa.
Pas mau pulang, agak terjadi sedikit percekcokan. Risris yang kekeh biar aku dianter sama kamu buat pulang dan kamu yang pengen buru-buru pulang.
Siapa aku? Ngapain coba aku ke situ? Kenapa aku ngerasa sakit hati? Apa yang bikin aku sakit hati? Apa yang bikin aku nggak tenang? Dan yang pasti...Apa yang bikin aku pengen nangis malam itu?
Aku nggak tahu. Keputusannya aku pulang sendiri, karena emang ya itu, siapa aku gitu, toh itu urusan kalian. Katanya risris pengen dijenguk lagi. Oke aku turutin karena katanya ada yang mau diomongin.
Akhirnya aku pamit pulang disitu. Pas pulang nggak tahu kenapa bener-bener pengen nangis. Aku lari sepanjang jalan. Tadinya mau naik angkot nggak jadi. Emosi aku keluar. Aku lari nyampe rumah, selama lari aku tahan biar nggak nangis. Begitu nyampe depan rumah, diem, baru nangis. Orang rumah pada heran tapi aku langsung masuk kamar dan tidur.
Besok paginya aku langsung ke rs, ke risris sambil kasih risol. Dan kamu tahu apa yang risris bilang waktu itu?
Mi, kamu sama jun cocok. Aku setuju banget kalo kalian jadian, pacaran terus sampe nikah dan punya anak. Punya kehidupan sampe kakek nenek. Sampe maut yang memisahkan kalian!
Nah lho?! Aku heran, bengong, bingung. Apaan nih maksudnya?
Percaya deh sama aku. Suatu hari nanti Jun bakal bener-bener sayang sama kamu! Jauh dibanding waktu dia sayang sama ichot.
Makin nggak ngerti waktu itu sama omongannya risris.
***
Entah karena feeling risris yang kuat atau emang takdir tapi keinginan itu ada sekarang! Dalam diri aku dan aku harap selalu dalam diri kamu juga!
Alay?
Yeah i admit it. LOL. But YOLO...You Only Live Once
See you on next post!
Tuesday, 15 October 2013
Camera360 : Aplikasi Kamera di Android yang Sakti
Pas foto diri sendiri, ebuseeetttt. Tau apa yang terlihat terutama setelah di zoom? Pori-pori muka, bekas jerawat, beserta jerawan kecil kalo lagi ada. Kadang keliatan juga kali lagi ada bruntusan di muka. Oh my goooood !!! Sadis banget ini kamera HP. Tega banget sih ngeliatin kekurangan muka pemiliknya T.T
![]() |
| ini.... standar tanpa aplikasi. liat di pipi kanan, kalau kalian jeli, akan kalian temukan bekas jerawat. hahaha xD |
![]() |
| Yang ini nggak pake camera360. cuma ya cahayanya bersahabat gitu. wajahku jadi keliatan flawless ~ |
![]() |
| yang ini juga masih pake kamera asli dan mengandalkan efek cahaya. huwahahahah xD |
![]() |
| peerrrrtaaaaamaa kali liat hasil foto ini, buseetttt cukup nggak percaya >,< |
![]() |
| ini pake efek lomo kalo nggak salah |
![]() |
| ini waktu foto-foto pagi-pagi di kampus pake efek fresh |
![]() |
| ini di DPR kampus alias Dibawah Pohon Rindang kampus xD |
![]() |
| ini di padepokan, siang-siang sekitar jam 2. |
Saturday, 28 September 2013
Menulis Itu Sehat. So? Menulislah :)
Kan bisa diedit. Yang penting menulis dulu supaya semua kekesalan tercurahkan ke arah yang positif.
Jangan Jadi Orang Bebal, Jadilah Orang Bijak
Pernah ngerasain bete nggak kepalang karena menghadapi orang bebal? Itulah yang saya rasakan saat ini sama mas pacar.
Oke, kronologi jelasnya, itu privasi ya. Tapi disini akan saya ceritakan karakteristik orang bebal karena telah saya menghadapi orang bebal bersama mas pacar. Supee bebal!!!
Orang bebal maunya menang sendiri
Nah, ini nih. Hal yang paling sering kita semua temui ketika menghadapi orang yang bebal. Kalau yang dia mau sama yang kita mau itu beda, so pasti dia akan berbicara puanjang lebar, lebih panjang dari tembok cina. Apa yang dibicarakan sih sampe sepanjang gitu? Tentunya argumen yang persuasif, berusaha mendoktrin orang lain yang nggak setuju sama dia biar setuju. Oke, intinya memaksakan kehendaknya sendiri tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain, yang penting dia dapet yang dia mau. Begitulah orang bebal.
Orang bebal nggak bakal dengan mudah dan ikhlas ngaku dia salah, lebih tepatnya nggak bakal pernah mau mengakui kesalahannya dia
That's right. Pada awalnya dia akan mengatakan bahwa dia akan nerimo dan nggak akan berpikiran macem-macem yang penting masalahnya clear. Biasanya gitu. Tapi ketika kita mulai berbicara tentang kesalahannya, dia akan merasa diserang, bukannya nerimo seperti yang dikatakan sebelumnya. Dengan berbagai alasan tentunya. Kebanyakan memang nggak masuk akal, bahkan nggak nyambung sama topik yang diomongin. Intinya sih untuk menutupi kesalahan dia dan menjaga gengsi juga.
Orang bebal pintar memutarbalikkan fakta, bagaimanapun caranya
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Ketika dia merasa yang kita bicarakan itu benar dan memang dia yang ada di posisi salah, dia akan mengelak sengelak-ngelaknya. Dia akan menekankan pada kita kalau yang dia lakukan dan katakan itu benar adanya. Apapun. Lalu dia akan memutarbalikkan yang kita katakan padanya, mengaitkannya pada masa lalu, parahnya, bahkan mengungkit hal-hal yang jadi privasi buat kita sebagai senjata sehingga jelaslah yang dia bicarakan benar-benar jauh dari masalah yang sedang dibicarakan. Dengan cara itulah dia memutarbalikkan fakta. Untuk apa? Ya buat apa lagi kalo bukan buat menutupi kesalahan dia. Gengsi jadi hal yang lebih penting daripada harus mengakui kesalahan. Itulah prinsip yang dipegang oleh orang bebal.
Berusaha menjadikan dirinya orang teraniaya demi memenangkan kebenaran yang dia pegang
Well, itu cukup jelas. Dia merasa memang dia salah, memutarbalikkan fakta, dan skak nggak bisa mikir apa-apa, maka dia akan menjadikan dirinya sebagai orang yang paling teraniaya dalam arti berusaha membuat orang berpandangan seperti itu agar dia memiliki pendukung. Kotor? Jelaslah itu cara yang kotor.
Orang bebal sudah pasti orang bodoh, tapi orang bodoh belum tentu bebal
Orang bebal itu pintar. Saking pintarnya sehingga mendekati kebodohan. Kenapa? Orang bebal hanya mengandalkan logika dan kebenaran yang dia pegang (padahal kebenaran yang dia pegang itu belum tentu benar dan diterima oleh lingkungan). Maka dari itu, orang bebal pada dasarnya nggak punya hati yang utuh karena sebagian besar hatinya yang hancur itu bukan dihancurkan oleh orang lain, melainkan dihancurkan oleh sikapnya sendiri yang nggak legowo.
Yang pernah saya hadapi, kurang lebih seperti yang udah saya tulis di atas. Mungkin teman-teman yang lain punya pengalaman yang berbeda dalam menghadapi orang bebal. Menurut saya, setiap orang pada dasarnya punya sifat bebal tapi dalam batas-batasnya. Saya sendiri termasuk orang yang cukup bebal. Tapi semenjak saya ditinggalkan oleh lingkungan karena kebebalan saya itu, akhirnya saya berusaha lebih memahami lingkungan dan lebih memahami emosi orang ketika sedang berhadapan dengan saya. Berusaha lebih berbaur dan mendengarkan orang lain juga. Sifat bebal mungkin tidak sepenuhnya menghilang, tapi kita bisa meminimalisasinya dengan berusaha memahami lingkungan sekitar dan orang lain. Maka dari itu, marilah kita berusaha menjadi orang bijak agar kita bisa dihargai dan diterima oleh lingkungan.
Wednesday, 18 September 2013
Jadi Panitia Bedah Buku "Beta Guru Sudah"
Apa lagi ini yah, opening postingan udah meracau. Maaf maaf, otak saya kadang emang suka mendadak sengklek.
Yah intinya saya mau cerita pengalaman saya ketemu sama salah satu tokoh nasional, Asep Sapa'at.
Jadi waktu hari Minggu itu, hari H nya acara bedah buku "Beta Guru Sudah" di kampus tempat saya kuliah, UPI Kampus Tasikmalaya. Sebenarnya buku Beta Guru Sudah ini secara garis besar berisikan tulisan beberapa orang yang menjadi guru di daerah-daerah terisolasi dan terpelosok, tapi ada juga tulisan dari pak Asep Sapa'at nya. Tentang apa? Saya belum begitu tahu karena belum sepmat baca bukunya. Lah iyalah, sibuk jadi panitia namanya juga. Pada kesempatan kali ini, yang datang ya itu, pak Asep Sapa'at dan Muhammad Shirly (khusus di postingan ini, mari kita sebut dia Kakak Kece). Nah, Kakak Kece ini adalah kakak tingkat saya loh ternyata yang baru lulus tahun 2012 kemaren. Nggak salah dong kalo saya panggil dia kakak kece? Huehehehe.
Pagi-pagi, harusnya jam 6 pagi itu saya udah di kampus buat siap-siap menyambut tamu penting dalam kepanitiaan. Yang terjadi? Bangun jam 6 dengan kondisi tubuh demam. Parah? IYA, JELAS!!! Setelah dikasih jamu sakti anjuran my lovely mom, agak mendingan terus memaksakan diri ke kampus. Di kampus sempoyongan. Hadeuh, dunia oh dunia. Kenapa mesti sakit di saat penting coba? Oke, jawabannya kecapea. Memang selama seminggu itu tenaga divorsir banget, banget, banget untuk banyak hal. Waktunya istirahat di hari Minggu, malah dipake acara. Wajar kan?
Singkat kata, acara berlangsung lancar, ramai, meriah, gembira, dan sukses.
Nah, beres bedah buku, ternyata ada acara makan-makan buat panitia dan penulis buku. Hm, dosen dan orang penting termasuk juga sih. Akhirnya bada dzuhur, kita semua makan-makan di Rumah Makan Hegarsari. Bisa kalian tebak apa yang terjadi ketika menunggu makanan diantar sama pelayan? YEP! Foto-foto. Sama siapapun. Sesama panitia, dosen, penulis buku termasuk si kakak kece diajak menggila juga. Parah. Tapi begitulah. Ya hal itu yang jelas bikin suasana seru. Sayangnya semua foto disimpen ada di anak dokumentasi jadi saya nggak punya satu pun di galeri hape saya :(
Untung ada yang berbaik hati meng-upload foto saat di rumah makan di facebook dan tag ke saya. Tapi maaf, nggak bisa saya post disini.
Beres makan, langsung balik ke kampus. Akhirnya bisa foto bareng sama penulis buku (lagi) pake kamera hape sendiri. Hihihi. Sayangnya nggak sempet berfoto sama kakak kece, cuma sama pak Asep Sapa'at aja. Nggak apa-apa lah, yang penting ngeksis.
Sekian ^_^
Wednesday, 5 December 2012
Sebongkah Cerita Hari Ini 16.39 - 5.12.2012
Akhirnya TMC latihan buat tampil ntar pelantikan. Serulah sampe tangan pedih gara-gara main gitar gila-gilaan. Namanya juga gitar akustik, tanpa jack buat dimasukin ke sound. alhasil suaranya pelan bener saat beradu sama gamelan, angklung dan jimbe. Oalah~
Sore-sore akhirnya ikut Aksara. Yah, awalnya nggak niat cuma nggak tau kenapa feeling kuat banget mending ikutan. Yaudah deh, ikutin kata hati aja. Hari ini ngumpul dan anak-anak kebanyakan wajahnya pada seneng banget soalnya puisi kang Pidi sama cerpennya teh Eli dimuat di Radar. Ya Allah, mereka tuh senengnya kayak gimana gitu. Akhirnya aku tau kenyataan di lapangan betapa sulitnya kalo pengen tulisan dimuat di media. Lah aku? Dua tahun kemaren hampir semua karya tulisan aku dimuat di radar karena emang freelance disitu juga. Alhamdulillah aku punya pengalaman itu. Dua tahun bareng temen-temen di radar, ngerasain yang namanya diejar deadline sampe pulang malem, dan yah petualangan yang nggak akan pernah bisa aku lupain. Ya Allah, makasih ^^
Unek-unek
Yah, efek ngenes hari kemaren juga kali yah? Jadi nggak semangat gitu.
Siapa juga sih yang mau dikhianatin sama orang? Udah perang sama dosen, eh, ternyata malah pada balik arah. Jadi gua yang jatoh juga kan?Gua juga kayak gini tuh ngebelain kalian semua tapi ini yah balasannya?Oke,fine,gua ga akan peduli lagi sama kalian.Gua cukup jalanin tugas gua sebagai bendahara yang nagihin duit. Di luar itu gua ga bakal peduli. Kalaupun emang buat ntar gua tetep musti juga ke Jakarta dan mesti bayar, fine gua ikut dengan modal duit pinjeman. Nggak masalah buat gua yang orang kecil, emang enaknya orang kecil tuh diinjek-injek kali yah. Sukur-sukur kalo gua ga usah ikut, itu sih manis yang ga perlu gua omongin.
Dalam beberapa waktu ke depan nggak nutup kemungkinan gua jadi ansos alias anto sosial sama lu pada. Kenapa? Karena gua ga percaya sama kalian. Gua bakal liat apa yang kalian lakuin dulu, kayaknya nggak bakal gampang bikin gua percaya sama kalian. Soalnya yang udah-udah juga emang gitu.
Fine, bener gua marah-marah di blog, di postingan ini. Nggak bakal banyak yang baca juga, blog gua ga tenar brow. Gua nulis post ini bukan karena pengen tulisan gua dibaca sama kalian, tapi karena gua pengen ngeluarin semua isi hati sama perasaan gua yang sekarang bikin gua bete. Daripada gua marah-marah sama orang sekitar,yaudah gua nulis!
Rabu Pagi Menjelang Siang Saat Dosen Tak Ada 8.47 - 5.12.2012
1. Kemaren galau badai, ada Mas Kupluk bawain es krim. Yeay (y)
2. Akhirnya bisa irit juga!
Sunday, 2 December 2012
Minggu Malam 21.03 - 2.12.2012
1. Nggak tutorial. Pagi-pagi banget pas bangun gara-gara kecapean. Butuh istirahat lebih. Akhirnya beres sholat shubuh langsung tidur lagi buat istirahat.
2. Mas Kupluk ke rumah jam 9an. Itu pas aku lagi tidur dan begitu keluar kamar, ketahuan deh muka gujilnya sama Mas Kupluk alias Jun. Dianya malah nyengir.
3. Mamah masak makanan hari ini, sayur tahu tempe kesukaan kita semua
4. Mas Kupluk ngajakin ke rumahnya Risris. Yaudah deh, kesana aja. Sambil istirahat, boring banget diem di kamar.
5. Ketemu Risris. Terus ada temen Jun sama Risris, kenalan baruku namanya Ajeng. Wajahnya familiar.
6. Nonton bareng Twilight di rumah Risris :D
7. Ribut-ribut rebutan pendapat yang mana yang lebih kece antara edward (cuma risris yang suka) vs jacob (aku, jun, sama ajeng suka nih~) sampe lempar-lemparan gelas aqua bekas sambil ngakak.
8. Pas lagi nonton Twilight, keceplosan bilang kayak kaleng kerupuk pas liat si edward. Dilemparin bantal sama Risris dah.
9. Satu lawan tiga. Saat Jun diserang tiga cewek (aku, risris, sama ajeng) biar buka kupluk XD
10. Dijajanin bakso sama risris.
11. Pulang sore gara-gara hujan ditambah lagi motor Jun belum balik lagi soalnya lagi dipake Risris. Hadooh.
12. Makan mie instan rame-rame :D
13. Bener ternyata, si Jun mirip Jacob XD cuma warna kulitnya aja yang beda. Warna kulit Jun kurang gelap jadinya kurang seksi! XD Dan yang mikir gini nggak cuma aku aja, Risris juga. Terbanglah idungnya si Jun. Begitu pulang dan buka fb, langsung si Jun pasang status bilang alhamdulillah ada yang bilang dia mirip Jacob. *ngakak*
Saturday, 1 December 2012
Sabtu Malam Menjelang Tidur, 22.49 - 1.12.2012
1. Persyaratan yang jauuuuhhhh lebih ringan dari LKM alias Latihan Kepemimpinan Mahasiswa pas lagi Diksarup
2. Keamanan yang nggak nyeremin dan lebih bijak dalam menindaklanjuti kesalahan mahasiswa saat kegiatan. Mereka berubah total dari senior yang ditakuti menjadi senior yang dihormati.
3. Makan siang yang enak banget pas diksarup. Padahal menunya cuma nasi, telur ceplok, sambel, timun sama kerupuk. Nikmatnya~
4. Latihan bareng Paskibra yang ternyata pelatihnya adalah pelatih Paskibra saat saya masih SMP. Nyahahha~ Berasa jadi anak SMP lagi padahal udah kuliah :D
5. Sempet beres-beres rumah dulu hari ini soalnya persyaratan diksarkop nggak ribet, jadi lebih banyak waktu buat ngerjain kerjaan rumah mamah pun senang :D
6. Yel-yel sama mars koperasi yang penuh semangat. Cintai dangdut, cintai Indonesia bersama Master, Winner, Excellent ^^
7. Juara 1 Presentasi laporan penjualan usaha dan Juara 2 yel-yel. Dapet hadiah, bagi-bagi bareng anak-anak sekelas :D
8. Modal berani ke depan aja, langsung dapet keripik sebungkus gedeeee :D
9. Pulang cepet! Biasanya bubar jam 5 bahkan jam 6. Tadi? Jam SETENGAH EMPAT SORE!!! Yeeeeeaaaaayyyyy! ^^
10. Nunggu Jun jemput sambil istirahat di kosan Ena. Ngobrol rame gosip cewek-cewek ^_^
11. Patungan beli makanan sama Jun. Thanks Jun~ Love you more~
Kisah Jumat dan Sabtu, Sabtu Malam 22.19 - 1.12.2012
Nah, pas lagi Diksarup hari Jumat, masih pagi, temen sekelasku, Diana ngojeg hape saya buat foto-foto. Oke-oke aja sih buat saya minjemin hape. Toh nggak macem-macem, cuma foto-foto aja. Kalaupun buka pesan masuk dan keluar juga nggak masalah toh nggak ada apa-apa yang aneh kok. :D
Ini dia foto-foto di pagi hari
![]() |
| Sekumpulan dewi pagi yang mau Diksarup XD |
![]() |
| Masih bersama Dewi Pagi, beda pose lah~ |
![]() |
| Nah, rame kan? ^^ |
![]() |
| Rame sesi 2 |
![]() |
| Rame sesi 3 |
![]() |
| Rame sesi selanjutnya~ |
Yah, indahnya hari jumat dengan berfoto dan sabtu dengan bersemangat menghadapi segala tantangan yang datang menghadang. Semangat kawan-kawan 1 E! MASTER! WINNER! EXCELLENT!
Thursday, 29 November 2012
Kamis Malam Menjelang Tidur 22.10 - 29.11.2012
Gambar di atas, itu gambar dari foto sampul FB nya Jun. Katanya sih itu di anime Saint Seiya Omega. Aku kurang tau soalnya belum nonton.
Seneng bangetlah, saya benar-benar diakui sebagai tunangannya. Nyahahaha~ *Ala Mew Ichigo*
Mungkin karena dia liat foto sampul FB aku juga kali yah?
Soalnya foto sampul FB aku juga satu tema. Cuma punyaku itu dari Anime Clannad ~After Story~. Ada Okazaki Tomoya, sang ayah. Ada Furukawa/Okazaki Nagisa, sang ibu. Terus si ibunya lagi gendong anaknya yang perempuan, Okazaki Ushio. Pada dasarnya itu cita-cita aku ma dia juga. Membangun keluarga. Aiiihhh~ *Nyahahahaaaaa*
Nah, yang di atas itu foto sampulku.
Semoga cita-cita aku sama dia untuk membangun keluarga bisa tercapai. Amin. Ya Allah, 57 bulan lagi menunggu~ Kabulkanlah supaya nanti Nekozawa Arashi sama Nekozawa Chiharu benar-benar lahir ke dunia ini sebagai anakku sama dia. ^^
Kamis Malam Menjelang Tidur 21.57 - 29.11.2012
1. Meski melalui konflik perdebatan, akhirnya dosen KKL IPS setuju biar kelas E yang notabene banyak mahasiswa bidik misinya (kelas saya) enggak KKL ke Jakarta
2. Menggila bareng anak-anak di kelas pas nyanyi buat mars Koperasi sama yel-yel
3. Bawa gitar ke kampus ternyata malah banyak yang ngikutin dari kelas lain juga pada bawa gitar
4. Dapet keringanan buat masalah keuangan ke Kopma (y)
5. Mamah sama Bapa udah nggak terlalu mempermasalahkan dan menanyakan masalah KKL IPS yang berat banget biayanya
6. Mas Jun pulang dari purwakarta. Dua hari nggak ketemu, kangen banget ma nih prang satu.
7. Dapet oleh-oleh dari Jun. ^^ (Apa hayoh~ XD)
8. Beli Martabak Siram Citebaks. Ukuran martabaknya makin gede sekarang. Kenyang bangetlah.
9. Persiapan Diksarup besok lancar
10. Sempat menulis hari ini, salah satunya ya ini.
Wednesday, 28 November 2012
Rabu Siang Menjelang Sore 15.28 - 28.11.2012
1. Akhirnya ada temen yang sepaham dalam menghadapi KKL Kondas IPS, Ulum. Syukurlah, aku jadi nggak ngerasa sendiri banget. Temen-temen di kelas juga pasti ngerasa gitu. Abisnya dari kemaren terus-terusan kita ditekan.
2. Jun udah nyampe di Waduk Jatiluhur.
3. Hujan, saatnya berdoa~
4. Serasa balik ke jaman SMA, nostalgic!
5. Unek-unekku sebagian besar keluar.
6. Lengko makan siang tadi enak banget!
7. Rame liat anak-anak heboh dubbing suara buat bikin iklan magic mol alias magic cimol
8. Dengerin kelas 1C latihan yel-yel, parah abis bikin geli. sasasasasatu cececececece. Itu nama Pak direktur kita (UPI Kamda Tasik) kebawa loh~ *Prof. DR. H. Cece Rahmat, M.Pd*
9. Menunggu TMC sambil ngeblog
10. Baca aspirasi anak-anak kelas C soal KKL Kondas IPS. Banyak yang pengen ke Kampung Naga rupanya.



















