Showing posts with label senggang. Show all posts
Showing posts with label senggang. Show all posts

Sunday, 29 June 2014

New Target Buat My Lovely Blog :D

Menyambut bulan ramadhan ini saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa untuk teman-teman semua yang menjalankan :D Jangan lupa target-target ramadhannya dipenuhi ya supaya pahala yang kita dapatkan berkah dan buanyaakkk. Hehehe.

Ngomong-ngomong soal Ramadhan, sudah pasti setiap orang punya target ibadah masing-masing. Kebanyakan memiliki target untuk bisa khatam Al-Quran di bulan Ramadhan ini. Saya termasuk salah satunya dan saya harap masa berhalangan saya saat Ramadhan tidak mengganggu target saya yang satu itu. Aamiin.

Berawal dari beres-beres folder di komputer, saya pikir banyak sekali file-file tugas yang berserakan di luar folder. Kemarin-kemarin sempat sibuk sehingga file-file tersebut belum sempat saya bereskan dan tata rapi dalam folder-folder. Setelah tertata rapi, saya punya ide untuk membuat target akademis dan literasi.

Apa itu target akademis?
Target akademis yang saya maksudkan disini adalah target-target yang berkaitan dengan kehidupan kuliah saya dan memanfaatkan keberadaan blog ini sebagai media posting tulisan saya.

Target akademis
Posting semua file makalah, resume, artikel, dan sebagainya yang telah saya buat minimal dalam satu periode semester sebelumnya yaitu selama semester 4. Sebenarnya ada beberapa file tugas juga dari semester tiga yang belum sempat saya posting dan akan saya usahakan untuk posting di blog ini. Alasan saya membuat target ini adalah beberapa mata kuliah yang saya kontrak rupanya memiliki referensi yang sangat terbatas. Saya sendiri juga membuat makalah untuk mata kuliah yang langka berdasarkan diskusi dengan teman-teman dan dosen dengan tetap mengacu pada buku yang ada meskipun hanya satu atau artikel di internet yang sangat terbatas. Tidak jarang juga saya datangi guru saya ketika SD untuk memahami suatu materi untuk memenuhi rasa ingin tahu saya untuk materi-materi atau mata kuliah yang berbasis praktek seperti micro teaching. Selain alasan tersebut, alasan lainnya adalah bahwa postingan saya di blog ini yang memiliki banyak pemirsa adalah materi perkuliahan. Saya senang sekali hari ini blog saya sudah dilihat oleh lebih dari 17000 orang padahal jarang saya buka. Postingan pertama yang paling sering dibuka adalah review make up eyeshadow viva dan yang kedua dan seterusnya adalah materi-materi kuliah. Jadi ini adalah kesempatan yang bagus buat meningkatkan pemirsa blog saya sekaligus berbagi ilmu dengan para pembaca.

Selanjutnya target literasi. Apa itu target literasi?
Target literasi yang saya maksudkan disini adalah target-target yang berkaitan dengan literasi tentunya. Baik yang serius banget maupun yang imajinatif (maksudnya lebih mengarah ke sastra gitu)

Target literasi pertama
Baca buku minimal tiga buku dalam satu minggu dan buat reviewnya di blog ini. Buku yang dibaca bisa buku yang berkaitan dengan kuliah, novel, sastra, dan sebagainya. Pokoknya baca buku. Penting sekali untuk membaca buku. Sudah sering kita dengar bahwa buku adalah jendela dunia. Dengan membaca kita bisa menambah pengetahuan. Yang saya rasakan pula, membaca memberikan stimulus kepada kita salah satunya dan yang terpenting yaitu menulis. Tulisan kita mencerminkan siapa kita dan tulisan kita mencerminkan buku seperti apa saja yang pernah kita baca.

Target literasi kedua
Buat cerpen minimal satu cerpen satu minggu. Agak berat sebenarnya target ini sebab saya mulai sangat malas menulis cerpen dan ada keparnoan-keparnoan sebagai sebab dari sugesti yang berlebihan. Saya paling suka menulis cerpen yang sad ending atau gantung dan saya takut kejadian yang saya tulis dalam cerpen malah kejadian di kehidupan nyata. Pernah ada yang mengatakan bahwa kata-kata adalah doa. Mungkin ini adalah bukti dari kata-kata tersebut ya? Tapi saya akan berusaha sebaik-baiknya supaya bisa meluluskan target ini selama ramadhan. Kalau tidak saya targetkan, kapan saya akan menulis cerpen lagi? Masa saya nggak nulis cerpen sama sekali sih? Nggak mau lah.

Target literasi ketiga
Baca puisi-puisi penyair. Satu minggu konsisten membaca karya satu penyair. Sampai sekarang penyair favorit saya adalah Sapardi Djoko Darmono dan Soe Hok Gie. Target ini saya buat karena saya ingin out of the box mengeksplor lebih banyak karya sastra dari banyak penyair.

Target literasi keempat
Menulis puisi. Satu minggu minimal dua puisi dengan tema sesuka hati. Bisa dikatakan ini adalah bentuk tindak lanjut dari target literasi keempat.

Oh iya, berhubung pemirsa blog saya udah 17000 lebih dan menurut saya itu banyak banget karena blog ini sebenarnya jarang saya buka dan jarang saya update juga. Sempet kepikir pengen kasih give away buat pemirsa blog saya. Tapi saya coba pikir-pikir dulu deh nanti dikompetisikannya seperti apa. Hadiahnya tentu menarik bangetlah sebab barang-barangnya sudah ada sebenarnya dan masih baru. Ada make up, ada aksesoris, ada skin care, ada buku juga, ada kerajinan, banyaklah. Saya coba pikirkan dulu. Mudah-mudahan besok lusa ada keputusan.

See you :D

Catatan Harian 29 Juni 2014



Cukup banyak hal yang bikin saya mumet akhir-akhir ini sebenernya. Tapi ya itu harus dihadapi dengan baik. Mengeluh itu wajar, yang penting nggak keterusan. Maksudnya harus ada tindak lanjutnya gitu. Bentuk tindak lanjutnya setelah keluar unek-unek ya jangan ngeluh misalnya yang paling sederhana. Syukur-syukur kalo bisa mengubah pola pikir dan sikap supaya bisa menjalani hidup dengan semangat lagi.

Disini saya ingin cerita tentang hal yang cukup membikin hati saya nggak enak. Ini bukan pertama kalinya juga. Udah bosen juga ngalemin kayak gini terus. Kapan coba bisa berhenti terjadi seperti ini? Saya juga gak tau. Saya sadar bahwa hal ini nggak bakal baik kalau keterusan. Hubungan pertemanan bisa terancam. Silaturahmi bisa jadi kaku. Kan nggak enak ya?

Berawal dari kegiatan rutin mingguan : Kumpul di Basecamp

Biasanya juga emang ke basecamp tiap hari minggu. Sekitar jam 11an lah saya berangkat, dijemput sama pacar saya, Jun. Pas tadi lagi siap-siap dan pake kerudung, saya merasa cukup bosan juga dengan style berkerudung saya yangt standar dan gitu-gitu aja. Kayak setelan kuliah cuma nggak pake topi ciputnya gitu.

"Asa bosen eung ditiung teh kieu wae (Berasa bosen deh pake kerudungnya gini-gini aja)", kata saya. Lalu saya beranjak ke kamar dan menggunakan style ala hijaber yang biasa saya lihat kalau saya main ke mall. Setelah siap-siap, berangkatlah kita (saya dan pacar saya) ke basecamp. Sesampainya disana, belum ada siapa-siapa. Akhirnya saya main game di laptopnya Jun. Lama kelamaan datanglah satu persatu teman-teman dari komunitas saya. Salah satunya X. Ya sebut saja X.

Awalnya dia biasa-biasa saja nyapa saya. Saya juga menanggapi seperti biasanya. Sempat ngobrol dikit dan terpisahlah. Saya di dekat pintu dan dia di dalam ruangan. TIba-tiba saja ketika saya coba mengobrol lagi dengan X, entah kenapa tiba-tiba saja sikap X berubah.

Lah kenapa? Salah saya apa?

Ya sudah ceritanya saya cuekin saja. Nanti juga kalau dia pengen ngobrol, pasti nanya gitu. Begitu saya pikir.

Saya pun mulai bosan bermain game di laptopnya Jun. Berhubung ada koneksi internet, saya buka facebook di laptop Jun dan TRET di timeline ada foto X menggunakan hijab dengan warna yang sama persis dengan kerudung yang saya pakai meskipun dengan style kerudung hijab yang berbeda (PS. X ini biasanya nggak pakai kerudung).

Oh... saya mulai ngeh dan mulai ingat apa yang pernah dia ceritakan.

Dia pernah cerita. Dia nggak terlalu suka sama Y. Selain beberapa alasan yang dia paparkan, salah satunya karena style rambut Y menurut X itu mengikuti style rambut X di minggu lalu dan dia nggak suka.

Mungkinkah karena alasan itu juga.... dia berubah sikap jadi tidak mengenakkan seperti itu? Gara-gara kerudung yang saya pakai?
Masya Allah...

Haduh, hari pertama puasa mengalami hal seperti ini. Rasanya gimana gitu ya. Saya nggak ambil pusing. Akhirnya saya putuskan untuk pulang saja. Saya udah coba tanya ke X kenapa, coba ngobrol dengan X masih juga seperti itu. Kesel juga ya tapi sabarin aja daripada puasanya batal?

Sesampainya di rumah saya merenung atas kejadian itu.

"Lain kali kalau ada orang lain yang style nya sama, jangan digituin. Harus bersyukur malah karena style kita jadi inspirasi buat orang lain"

Begitulah yang saya pikir. Kejadian ini bukan pertama kali dan bukan kepada saya saja. Memang harus ada yang mengingatkan supaya dia nggak bersikap seperti itu. Tapi saya sadar, bukan saya orangnya dan saya yakin ada orang lain yang bisa lebih baik mengingatkan dia, seseorang yang kata-katanya bisa dia dengar dengan baik. Tentu saja berdasarkan pengalaman berkali-kali juga, bukan perkiraan semata.

Tuesday, 5 November 2013

Review : Eyeshadow Cream dari Viva *First review >,<*

Selamat pagi, siang, malam, sore, tidur (?)

Aduh bingung ini kata-kata pembukaannya mesti gimana. Intinya selamat datang di tulisan saya yang satu ini. Tulisan ini merupakan tulisan pertama saya yang mereview make-up alias alat perang saya yang secara khusus saya pakai buat cosplay alias costume play (yang nggak tau, cari aja di google xD) soalnya kalo sehari-hari saya tuh jaraaaaannnggg banget pake make up. Awalnya tentu suka baca-baca blog dari para suhu dalam dunia beauty. Yang biasanya saya baca itu kebanyakan dari blognya Teteh Sekararum dan Teteh Anten. Di postingan ini saya akan cerita (atau curhat mungkin?) tentang eyeshadow yang kemarin saya beli dengan modal uang mepet tapi hasrat (?) untuk costest (istilah untuk make up cosplay sebagai percobaan) yang super menggebu-gebu. Hanya bermodal uang 10.000 rupiah. Sedih banget T_T

Temen saya sesama cosplayer dan sesama tukang costest yang namanya Yuki Kime mengenalkan saya sama eyeshadow yang satu ini. Dia bilang eyeshadow dari viva yang cream tuh bagus. Bagus dari segi kualitas dan juga segi harga. Terus penasaran, coba searching-searching review dari eyeshadow ini. Sepertinya semua yang mengulas produk ini sepakat, setuju, dan satu suara bahwa eyeshadow cream dari viva itu murah meriah tapi nggak murahan sehingga banyak yang pengen beli lagi.

Akhirnya kemarin dengan nekad saya beli. Tadinya saya cuma mau beli satu aja soalnya pas dulu ke toko di daerah Cihideung nanyain harga, ternyata harganya 5700 rupiah. Udah niat dari rumah mau beli satu yang warna hitam. Akhirnya meluncurlah saya ke toko terdekat yang di daerah Gunung Sabeulah. Sayang sekali disana nggak ada yang warna hitam. Terus inget sama salah satu toko di daerah RE Martadinata, kalo nggak salah nama tokonya Kilat 9. Meluncur lagi sama Mas Kupluk ke sana. Dan apa yang terjadi? Perjuangan saya jauh-jauh ke toko itu membuahkan hasil pemirsaaahhhhh >,<

Begitu tanya ke penjaga tokonya, dia langsung jawab "Ada de." Bahagiaaaa. Pas nanyain harga, ternyata cuma 5000 rupiah. Wah langsung sumringah. Ternyata saya bisa beli dua warna eyeshadow. Penjaga tokonya nawarin yang warna hijau, tapi kata mas kupluk mending warna ungu aja biar bisa dipake cosplay vampire. Bener juga kata si Mas. Oke, saya beli warna hitam dan warna ungu.

Pada dasarnya saya suka tampilannya. Cantik gitu dan nggak lebay. Nggak banyak ornamen yang bikin kemasannya keliatan gonjreng. So simply! Tempatnya terbuat dari plastik gitu.
Ini dia penampakannya. (klik untuk perbesar)


Hitam 

Bahan si hitam

Ungu


Bahan si ungu


Cara mengaplikasikannya itu pas awal saya bingung. Bengong. Ini gimana pakenya coba? Nggak ada kuas, nggak ada sponge kecil yang biasanya saya lihat ada di eyeshadow lainnya. Terus coba pake kuas yang ada di kit make up. Ternyata hasilnya kurang keluar warnanya. Tipis dan pucat gitu. Kalo kata basa sundanya mah peang. (baca e nya kayak baca ember). Terus coba aplikasikan pake jari manis (seperti yang banyak disebutkan di blog) dan berhasil. Dua tiga kali ulas langsung keluar warnanya, baik yang hitam maupun ungu. Jatuh cinta sama yang ungu, cantik banget warnanya menurut saya. Hasilnya matte. Pas liat di toko sih ada bling-bling nya tapi pas udah dipake ternyata nggak bling-bling sama sekali. Staying powernya cukup oke. 5 jam dipake masih awet warnanya. Membersihkannya juga nggak susah amat, pake facial wash juga bersih kalau saya. Kalau yang lain setau saya kan suka pakai make up remover. Berhubung saya belum beli, jadi pake facial wash. Hari ini beli deh. Mudah dibaurkan juga, tapi menurut saya mending pake jari tangan yang tentunya udah dicuci dulu daripada pake kuas. Kalau pake kuas malah banyak nempel di kuas, bukan di eyelid.




Maaf masih kurang rapi dalam mengaplikasikan di eyelid. Tapi semoga bisa memberikan kalian gambaran mengenai eyeshadow ini ketika dipake di eyelid.

Berbicara soal kemasan. Kalau dari tampilan saya suka. Tapi bahannya itu loh. Plastik yang mudah rapuh. Tutupnya terutama, kemaren sempet jatoh kesenggol sama adik langsung ada retakan di pinggirnya. Tapi dimaafkan mengingat harganya yang murah meriah. Tanpa kaca, tanpa kuas dan aplikator dari sponge. Dimaafkan juga. Nggak apa-apa lah, dimaafkan lagi :) Saya sempet mikir juga, sepertinya viva mementingkan kualitas isi daripada kualitas kemasannya ya? Soalnya untuk eyeshadow dengan kualitas jempolan yang dibandrol 5000 rupiah memang cukup membuat kening saya berkerut. Kok bisa gitu? Setelah beli, saya ngerti akhirnya.

Kesimpulannya :
+ Harga murah meriaahhh. Cuma 5000 rupiah. Cocok banget buat saya yang dompet mahasiswanya pas-pasan.
+ Hasil matte yang alami
+ Stay powernya asik bangeettt
+ Mudah dibersihkan
+ Kemasan imut. Gampang dibawa dan nggak menuhin tas make up.
- Kemasannya mudah rapuh.
- Tidak ada aplikator. Tapi maklum sih.

Dua eyeshadow ini saya pake costest juga kemarin dan puaaasss banget sama hasilnya. Yang pertama coba-coba anime eye look, yang kedua coba geisha look. Ini dia penampakannya.

Anime eye look
(style ini cukup banyak dipake cosplay)


Geisha look


Sebenernya saya pake bedaknya tipis-tipis. Tapi entah mengapa pas difoto malah jadi kayak gitu. Efek pake flash kali ya? :( Nanti saya coba lagi kalau lagi siang hari. Sekilas cerita tentang look ini, kan saya niatnya bikin geisha look ya, terus saya post di grup komunitas saya. Ada yang bilang," Teh, saya nyangkanya ini Orochimaru loh teh." Bener juga sih, setelah saya perhatikan, memang mirip make up untuk tokoh Orochimaru di Naruto. Nih, yang ini.
Dibilang mirip banget, nggak juga. Bentuk juga nggak mirip banget. Cuma emang nuansa warna ungu sama hitamnya sama. Terus saya perhatikan lagi, kok malah jadi kayak Yuki Hime (putri roh salju, bukan putri salku) ala jepang gitu ya? Emang banyak versinya sih dalam cosplay, tapi mungkin yang saya buat ini versi saya sendiri. Akhirnya saya ngedit foto pake LINEcamera biar lebih berasa Yuki nya. 


Hahahahaha xD. Saya pribadi suka sama foto ini sampe dipake foto profil di akun Facebook.

Sekian dulu untuk postingan satu ini. Semoga bermanfaat buat pembaca semua :D