Well, i'm back!
Balik lagi nulis karena lagi mood nulis. Dan sekarang saya lagi mood nulis tentang relationship. Topik jatuh cinta sama sahabat sendiri memang nggak pernah padam, selalu jadi hal yang menarik buat dibahas. Pengalaman setiap orang dalam hal yang satu ini memang beda-beda. Ada yang awalnya sahabatan terus sama-sama jatuh cinta lalu memutuskan untuk jadian, ada yang memang pernah jadian lalu setelah itu bersahabat dengan baik satu sama lain. Atau ada juga yang memang sekedar bersahabat dan tetap memiliki relationship masing-masing. Lalu, saya sebagai penulis artikel ini termasuk yang mana?
Sebelum menggolongkan diri saya termasuk ke yang mana, saya akan jawab pertanyaan yang tertera di judul.
Bisa Nggak Sih Cewek sama Cowok Sahabatan Tanpa Terjebak Virus Merah Jambu?
Berdasarkan yang saya alami saat ini dan seterusnya, jawaban saya adalah BISA.
Yep guys, saya termasuk golongan yang sekedar bersahabat. Baik saya maupun sahabat laki-laki saya masing-masing punya relationship dengan cemewewnya.
Punya sahabat laki-laki dengan kondisi saya sebagai perempuan, ya sudah pastilah didera gosip berkepanjangan karena sering terlihat bareng-bareng dan kompakan. Di tulisan saya sebelumnya dengan tema relationship, saya sempat menyebutkan nama sahabat saya tersebut. Afin Muhammad Nurtsani. Kita temen SMA dan makin deket sejak kelas XII, pas banget kita satu kelas dan sama-sama suka budaya Jepang terutama anime dan dunia Idol.
Waktu SMA kelas XII, tepatnya di tahun ajaran 2011-2012 kita sekelas. Sama-sama gila anime, sama-sama doyan Jpop, dan sama-sama doyan ngidol. Paket komplit? Yep. Nggak jarang ketika waktunya istirahat yang lain pada jajan, ngegosip, dan sebagainya, kita duduk berdua sebangku demi nonton bareng di kelas. Namanya anak SMA dan keliatan banget sama temen-temen sekelas, ya fix lah lama-lama kita digosipin jadian dan pacaran lah. Padahal nggak sama sekali.
Dan saking kebalnya kita berdua sama gosip itu, bukannya makin saling ngejauh, malah makin deket aja yang ada. Pas nggak ada guru, kadang Afin yang pindah ke bangku saya atau sebaliknya cuma demi nonton bareng anime, ngegosipin idol yang kita suka, atau bahkan gila-gilaan joged gaje di kelas dengerin lagu yang kita suka. Ketika yang lain nge-ciye ciye, kita cuek-cuek aja dan tetep autis sama kegiatan kita. Terlalu emang kebalnya xD
Lalu, apakah itu jadi kesempatan masing-masing buat ngemodus?
Nggak sama sekali. Saya dan dia punya kecengan masing-masing, nggak jarang saling curhat tentang kecengan itu bahkan saling dukung biar bisa dapetin kecengan tersebut. Dia orang yang konsisten sampai sekarang mendukung hubungan saya sama Mas Jun. Dia yang paling pertama negur duluan biar damai aja kalo saya bertengkar sama Mas Jun, dan dia yang selalu semangatin kalo keadaan lagi putus nyambung sama Mas Jun. Untungnya sekarang nggak ada putus nyambung lagi. Jangan sampai lagi deh, capeeeekkk T^T
Sampai sekarang udah kuliah semester VI, kita tetep bersahabat baik. Walaupun sekarang Afin kuliah di Semarang dan saya kuliah di Tasikmalaya, kalo sama-sama libur kuliah, sudah pasti lah kita main bareng. Biasanya saya yang main ke rumah dia terus gila-gilaan berdua sama dia kayak waktu SMA. Afin dan Jun sama-sama saling kenal baik, nggak jarang kompakan pendapat kalo menanggapi suatu hal. Bahkan, kalau Afin lagi di Tasik, saya lagi libur, dan Jun tau situasi itu, Jun yang paling duluan nawarin "Mau aku anter ke rumah Afin nggak? Mumpung dia di Tasik, main gih"
Nah, kalo udah gitu, boro-boro bisa 'main api' lah. Orang kita bertiga kenal baik masing-masing. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan juga biar hubungan sama sahabat dan pacar lancar-lancar aja tanpa prasangka aneh-aneh antara lain :
1. Komunikasi yang lancar baik ke pacar maupun sahabat
Kalo mau ketemu sama Afin, saya pasti bilang dulu ke Jun dan kalau Jun ngijinin, baru saya pergi. Jadi, kalau ada yang menemukan saya lagi berdua sama Afin di suatu tempat, entah lagi main atau jalan-jalan, itu sudah pasti saya minta ijin dulu sama Jun. Dan sering Afin bilang "Lu udah bilang ama laki lu belum lagi bareng sama gua?". Dari situ lah, komunikasi terbentuk. Ribet? ya, awalnya. Tapi kalo udah biasa, akhirnya semua saling jaga diri dan bisa saling hormati. Jadi kalo ada yang ngadu saya 'main api' sama Afin dan lapor ke Jun, keliatan dan ketahuan banget itu orang niat ngaduin. Orang komunikasi di antara kita bertiga lancar jaya gini.
2. Tetap bedakan sikap ke pacar sama sahabat
Sedeket-deketnya sama sahabat, seakrab-akrabnya sama sahabat, seperhatian-perhatiannya sama sahabat, tetep buat pacar porsinya lebih besar. Disitulah saya berusaha menghargai keduanya sesuai porsinya, sesuai kedudukannya. Perhatian saya ke Afin sudah pasti beda sama ke Jun. Makanya, mereka berdua adalah two man with different affection. Saya sayang sama Jun itu sayangnya cewek ke cowok yang jadi pacarnya, sayang yang bener-bener gimana gitu. Sedangkan ke Afin, saya sayang sama dia sebagai sahabat terbaik yang selalu mendukung saya.
3. Hargai pacar, jangan sampai pacar cemburu sama sahabat nanti bisa repot
Yep, dengan memberi batasan sikap yang jelas ke sahabat, sahabat kita akan ngerti kita berlaku gitu karena kita sudah punya pacar dan berusaha menunjukkan sikap penghargaan itu kepada siapapun. Dan pacar akan ngerti bahwa pembatasan sikap itu buat sahabat, beda dengan sikap ke pacar. Caelah. Awalnya sulit, dulu jaman SMA lah. Tapi sekarang setelah kuliah, hal ini bukan hal yang sulit. Apalagi kalau sudah punya relationship lebih dari setahun, wajarnya ya semua pihak paham kedudukan masing-masing dalam pola hubungan tersebut.
4. Persahabatan dengan salah satunya ngemodus itu kalaupun jadian nggak bakal awet
Iyalah, begitu putus langsung modus ke yang lain. Ngajak balikan sambil full modus juga sana-sini. Repot kan? Untungnya, hal ini nggak saya temukan sama sekali dalam diri Afin, terutama untuk hal modusnya. Ya ampun, jangankan modus ke saya, untuk modus ke orang yang udah jelas dia keceng aja dia nggak berani. Dia lebih suka cara-cara romantis yang nggak lebay, to the point but still sweet. Dan jelas, cara itu nggak bakal mempan kepada diri saya yang urakan bukan main. LOL
Banyak hal yang masih bisa dibahas dan diungkap berkaitan dengan tema ini. Yang ditulis di artikel ini murni berdasarkan pengalaman penulis. Terima kasih buat teman-teman yang sudah membaca :D
Ada gambar yang ingin saya tampilkan, tapi menyusul deh, kepepet waktu mau kuliah. Hehehe xD
Showing posts with label kisah inspirasi. Show all posts
Showing posts with label kisah inspirasi. Show all posts
Wednesday, 25 February 2015
Sunday, 15 September 2013
Cerita Favorit di Hakkenden : Aku Sayang Ibu
Okeeee, berhubung inti cerita Hakkenden sudah saya sampaikan di tulisan saya sebelumnya, sekarang saya tulis nih, spesial, cerita favorit saya di season 2 episode 8. Intinya tentang kasih sayang seorang anak kepada ibunya.
Di daerah Iikura, ada seorang anak yang menghilang. Namanya Akihiko. Satu tahun kemudian, dia kembali ke desa dengan keadaan yang sama pesis seperti sebelum dia menghilang dalam arti fisiknya. Usianya, 12 tahun dan dia adalah siswa kelas 6 SD di Iikura. Namun, ada banyak hal aneh terjadi pada dirinya semenjak dia kembali. Shino diminta Satomi-sama untuk mengetahui apa yang terjadi. Selain itu, ada kemungkinan bahwa dia adalah pemilik manik-manik ke delapan. Shino diminta untuk memastikan hal tersebut. Berangkatlah Shino dan Sousuke ke desa tersebut.
Shino menyamar menjadi anak yang sedang menjalani pengobatan di Iikura. Tidak ada yang curiga apa pun pada Shino saat ia menyamar menjadi anak SD kelas 6 *Lha iya tho, dia kan berusia 18 tahun tapi berbadan 13 tahun -_- *. Kelas 6, kelas yang sama dengan Akihiko. Shino sebangku dengan Shinobu yang merupakan Ketua Kelas. Shinobu cukup banyak membantu Shino untuk beradaptasi di sana..
Pertama kali melihat Akihiko, Shino *dengan kemampuan rohnya* merasakan keanehan dan perbedaan pada anak tersebut, seperti Akihiko itu bukan manusia, namun Shino belum bisa memastikannya. Dari Shinobu, Shino mengetahui bahwa setahun lalu Akihiko menghilang di gunung saat sedang mencari akar bunga lonceng. Buat apa tuh? Ternyata untuk mengobati ibu Akihiko yang sakit-sakitan dan selalu batuk-batuk. Akhirnya, ibu Akihiko pergi ke rumah sakit ibu kota untuk menjalani pengobatan. Akihiko sangat menyayangi ibunya dan ingin ibunya sembuh lalu memutuskan untuk mencari bunga itu. Berkali-kali ia gagal, ibunya tahu akan hal itu. Namun Akihiko tak pernah menyerah. Selain itu, rupanya ibu Akihiko sangat menyukai keindahan bunga lonceng.
Setiap hari, Shinobu-lah yang bertanggung jawab atas Akihiko selama di sekolah. Hal itu bukan tanpa alasan. Akihiko sering bertingkah aneh bila ditinggal sendirian seperti minum air comberan atau tertidur di atap sekolah. Awalnya Shinobu sempat kerepotan dibuatnya, namun dengan sabar Shinobu tetap mendampingi Akihiko *benar-benar Ketua Kelas yang baik yah*. Di tempat lain, Sousuke sedang berbincang dengan neneknya Shinobu. Neneknya Shinobu mengatakan agar Sousuke melarang Shino keluar saat malam. Saat akan mengatakan alasannya, nenek itu membatalkan untuk mengatakannya dan membenarkan perkataan Sousuke, mungkin ada hewan buas. Logis ya? Padahal, nenek Shinobu khawatir Shino akan diculik oleh roh gunung karena konon roh gunung sangat menyukai anak kecil, yang unyu-unyu gitu *aduh bahasanya xD*.
Saat hendak pulang sekolah, Shinobu meninggalkan kelas untuk sesaat sebelum akhirnya kembali untuk pulang bersama Akihiko dan Shino. Di kelas hanya ada Shino dan Akihiko. Shino memandang Akihiko namun pandangan Akihiko tetap pada jendela, oke oke, keluar jendela lebih tepatnya. Shino heran, sejak ia masuk ke kelas hingga saat itu, Akihiko tidak berbicara sepatah kata pun. Dan keanehan pun terjadi, tiba-tiba jendela bersinar dan tampak jelas ada tanaman rambat. Shino sadar itu adalah kekuatan roh. Shino masih belum bisa memastikan apakah Akihiko adalah tubuh yang menjadi wadah bagi roh seperti dirinya atau bukan. Ketika tiba-tiba Shinobu masuk kelas, semua tanaman menghilang dan situasi kembali seperti semula, seperti tak ada apapun yang terjadi.
Dalam perjalanan pulang. Shinobu bercerita mengenai keanehan Akihiko lainnya seperti selalu haus. Yah, dalam konteks yang nggak normal tentunya. Sebelum ke rumah Shinobu, mereka mengantar Akihiko pulang terlebih dahulu, barulah mereka pulang. Selama berada di Iikura, Shino menginap di rumah Shinobu. Hal itu tentunya menjadikan mereka semakin dekat sebagai teman. *Bukan maho ya ! *
Di rumah Akihiko, ayah Akihiko begitu stres. Wajarlah, istrinya lagi sakit nan jauh di ibukota, lha ini anaknya, anak satu-satunya jadi super duper aneh. Nggak pernah ngomong sepatah kata pun, nggak pernah makan sama sekali, cuma minum terus. Ayah Akihiko marah-marah, tapi Akihiko tetap dengan sifat dinginnya.
Keesokan harinya, Shino sekolah lagi. Hal itu sebenarnya sangat menyebalkan bagi Shino. Tapi mau bagaimana lagi, namanya juga lagi melaksanakan misi. Saat sedang naik tangga dengan Shinobu dan Akihiko, tiba-tiba Akihiko yang berada di belakang Shino hampir terjatuh. Dalam waktu yang supercepat itu, Shino melihat dengan jelas di mata Akihiko, bunga lonceng yang dimaksud. Dan entah mengapa, tiba-tiba Akihiko jadi basah kuyup tanpa alasan yang jelas. Saat pulang sekolah pun, sambil menunggu Shinobu, tiba-tiba Akihiko menumbuhkan pohon. Shino yakin, pohon itu adalah roh. Ketika Shinobu datang, pohon itu kembali menghilang. Akihiko terus terbayang oleh kenangan tentang ibunya, betapa ia merindukan ibunya. Masih jelas di benaknya, saat ibunya batuk tanpa henti, tampak tersiksa dan saat berpisah dengan ibunya yang pergi ke rumah sakit ibukota untuk menjalani perawatan medis.
Shino semakin penasaran dengan bunga lonceng itu. Akhirnya usai sekolah, bersama Sousuke dan Shinobu, ia memutuskan untuk mencari bunga lonceng tersebut. Shino begitu tak sabar sehingga tidak mendengar penjelasan Sousuke bahwa saat itu bukanlah saat musim bunga lonceng mekar di gunung. Shino terus berlari mencari bunga lonceng dan akhirnya melihat sebuah sinar yang sangat terang. Shino terus berlari menuju sinar tersebut.
Di rumah sakit ibukota, ibu Akihiko sedang mengemasi barang-barangnya. Ia begitu bahagia karena akhirnya ia bisa sembuh dan diperbolehkan dokter untuk pulang ke kampung halamannya. Itu berarti dia bisa bertemu dengan suaminya dan terutama Akihiko, anak yang sangat dia sayangi. Setelah melewati perjalanan begitu jauh, sampailah ia di rumah. Ayah Akihiko begitu bahagia mengetahui istrinya sembuh. Ia sempat khawatir, namun sang istri meyakinkannya untuk tidak khawatir karena dokter mengatakan istrinya tersebut sudah sembuh. Ibu Akihiko sangat ingin segera menemui anaknya, Akihiko. FYI, sang ibu tidak tahu sama sekali tentang kejadian hilangnya Akihiko selama satu tahun dan kembali dengan kondisi yang nggak berubah sama sekali.
Akihiko sedang duduk termangu di belakang rumah, di teras, memandangi bunga lonceng yang ia tanam dan terus berharap ibunya segera kembali. Dan benar, ibunya kembali. Ibu Akihiko begitu terharu dan bahagia bisa kembali melihat anaknya. Untuk pertama kalinya sejak dia menghilang di gunung, Akihiko berbicara. "I..bu..," katanya terbata-bata. "Ya, ibu pulang," kata ibunya dengan lembut sambil memegang pipi Akihiko. "Apa kau sudah lupa dengan wajah ibumu setelah lama tak bertemu?" tanya sang ibu. "Tidak, tak pernah melupakannya. Tak mungkin aku melupakannya," jawab Akihiko. Lalu Ibu Akihiko memeluk Akihiko. Akihiko membalas pelukan ibunya. "Ibuku..." katanya. Sang ayah, ya ayahnya Akihiko, kaget melihat anaknya tiba-tiba kembali berbicara. Dia merasa bahagia dan merangkul keduanya dalam satu pelukan. Saking bahagianya, ayah Akihiko hingga menangis. Akihiko pun bertanya tentang penyakit ibunya dan ibunya mengatakan,"Aku sudah sembuh semenjak aku bisa melihat wajahmu, Akihiko. Jadi kamu tak perlu mencari bunga lonceng lagi." Akihiko mengira sang ibu sudah tak menyukai bunga lonceng, namun rupanya tidak sama sekali. Sang ibu tetap menyukai bunga lonceng. Akihiko memeluk ibunya dengan erat sambil tersenyum bahagia.
Di gunung, Shino semakin dekat dengan sinar yang ia tuju, diikuti Sousuke dan Shinobu. Shino tiba-tiba saja terjatuh namun berhasil ditahan oleh Sousuke sehingga Shino tidak jatuh ke jurang. Kemudian, Shino, Sousuke, dan Shinobu, melihat ke dalam jurang. Benar saja, bunga lonceng itu tumbuh subur di dalam jurang tersebut dan bunga-bunga itu rupanya roh. Namun yang lebih mengagetkan lagi, bukan bunga loncengnya melainkan sesuatu lain yang ketiganya lihat di dalam jurang.
![]() |
| Hakkenden episode 8 season 2 Yang rambut kuning, itu Shinobu. Shino ya yang di sebelahnya Shinobu. Sang pemuda satu-satunya di gambar, itu Sousuke, dan yang berambut putih itu Akihiko. |
Ibu Akihiko membalas pelukan erat anaknya. Kami sudah menepati janji kami. Suara misterius itu muncul dan rupanya itu adalah suara roh bunga lonceng yang ditanam oleh Akihiko. Tiba-tiba, tubuh Akihiko, yang masih dalam pelukan ibunya, masih memeluk erat ibunya, perlahan berubah menjadi pasir. Sang ayah sangat kaget melihat anaknya berubah menjadi pasir sepenuhnya. Tangan, kaki, badan, kepala, semuanya berubah menjadi pasir. Sang ibu tetap memeluk Akihiko hingga saat terakhir, hingga tubuh Akihiko seluruhnya berubah menjadi pasir. Hingga akhirnya, ibu Akihiko memeluk pakaian Akihiko saja, Akihiko benar-benar lenyap.
Tampak jelas di depan mata tiga orang tersebut, Shino, Sousuke, dan Shinobu, sebuah tubuh kecil penuh luka, tubuh orang yang sangat jelas mereka kenali, berjaket merah dan dililit tumbuhan dengan posisi telungkup, jasad Akihiko. Kenyataannya, Akihiko telah meninggal sejak setahun yang lalu. Memberikan bunga itu pada ibunya roh bunga lonceng itu berbicara di depan Shino, Sousuke, dan Shinobu. Adalah permintaan anak ini.
Huwaaaaaa T_T.
Demi apa, saya nangis senangis-nangisnya pas nonton episode ini. Daleeemmmm, paling dalem mungkin. Yah, hubungannya sama ibu sih ya, berasa menyentuh gitu. Kalian bingung apa yang terjadi dengan Akihiko dan roh bunga lonceng? Emang nggak diceritain di animenya secara langsung, tapi berdasarkan pengetahuan yang saya dapat setelah nonton Hakkenden dari awal, Akihiko telah mengikat kontrak dengan roh bunga lonceng. Ada dua opsi : menjadi seperti Shino, tetap hidup tapi di tubuhnya ada roh murasame dan menjadi eternal young alias nggak tumbuh, tetap di tubuh anak usia 13 tahun meski sebenarnya sudah 18 tahun atau tubuhnya menjadi wadah roh tetapi begitu tujuannya tercapai, tubuh manusianya tetap ada, wadah tubuh yang hidup dan berkeliaran akan lenyap, bukan lenyap, berubah menjadi pasir dan tetap mati seperti yang terjadi pada Akihiko.
Hokeh, sekian tulisan saya tentang episode favorit di Hakkenden. Semoga bermanfaat dan silahkan ambil hikmahnya.
Labels:
akihiko,
anime,
cerita,
episode 8,
favorit,
hakkenden,
ibu,
kisah inspirasi,
mengharukan,
season 2
Subscribe to:
Posts (Atom)

